
Jika kita mau mengetahui tentang keutamaan keluarga Rosulullah maka kita harus melihat sejarah dalam Al Qura’n yang mengisahkan tentang Nabi Ibrahim, yaitu ketika Nabi Ibrahim di angkat menjadi Imam bagi segenap manusia, Nabi Ibrahim berdo’a meminta kepada ALLAH untuk diberikan manshob (kedudukan) imam ini bagi keturunannya semua. ALLAH swt menyetujui tetapi dengan syarat yaitu “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.
Maksud dari “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim” di sini adalah apa yang diminta oleh Nabi Ibrahim yaitu manshob Imam bagi keturunannya, ALLAH swt mengabulkan permintaan tersebut akan tetapi mensharatkan juga bahwa tidak akan dapat untuk menjadi imam bagi manusia orang-orang yang dholim. (orang yang aniaya terhadap diri sendiri). Al baqarah 124
???? ???? ????? : ?????? ??????? ??????????? ??????????
* Ï?Î)ur #?n?tFö/$# zO¿Ïdºtö/Î) ¼çm?/u? ;M»uKÎ=s3Î/ £`ßg£Js?r’sù ( tA$s% ?ÎoTÎ) y7è=Ïæ%y` Ĩ$¨Y=Ï9 $YB$tBÎ) ( tA$s% `ÏBur ÓÉL?Íh?è? ( tA$s% ?w ãA$uZt? ?Ï?ôgtã tûüÏJÎ=»©à9$# ÇÊËÍÈ
124. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji[87] Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”[88]. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.
Continue reading →
Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih detail tentang persyaratan dan hal-hal lain mengenai pendaftaran santri baru, anda bisa mengunduh / download pada link berikut BROSUR PEND
Posted in Info
|
Tagged pendaftaran santri
|
Kurikulum pendidikan madrasah diniyah akan disesuaikan dengan kurikulum nasional. Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia Nahdlatul Ulama atau Rabitah Ma’ahad Islamiyah (RMI) yang juga membawahi madrasah diniyah dari seluruh tingkatan, menjanjikan penyesuaian itu akan selesai pada pada 2009 mendatang.
Penyesuaian itu dilakukan sebagai upaya menyelaraskan pola pendidikan di madrasah diniyah dengan sistem pendidikan nasional. Sebab, selama ini, lulusan madrasah diniyah masih belum mendapat pengakuan dari pemerintah, terutama oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Continue reading →
Dirjen Pendidikan Islam, Prof Dr Mohammad Ali mengatakan bahwa pendidikan madrasah sudah mulai dapat disejajarkan dengan sekolah umum dengan berhasilnya pendidikan sekolah tersebut merebut kejuaraan sains tingkat nasional dan internasional.
Ia mengungkapkan disela-sela acara peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke 64 di Jakarta, Senin (4/1). Kementerian Agama memberikan penghargaan kepada siswa siswi berprestasi pendidikan Madrasah Ibtidayah , Madrasah Tsanawiyah serta Madrasah Aliyah.
Mereka dinilai telah berhasil menggaet medali dalam lomba sains tingkat nasional dan internasional. Baik dalam bidang sains, matematik dan teknologi (robot) oleh siswa madrasah tingkat Ibtidayah dan madrasah Aliyah tersebut, maka berarti pendidikan di madrasah bisa dinilai tidak kalah dengan sekolah umum
“Kami tidak membentuk pendidikan khusus bagi siswa berprestasi sebagaimana sekolah umum,”kata Mohammad Ali. Continue reading →
Hendaklah kita tahu, bahwa semakin kuat iman seseorang dan semakin banyak mengerjakan amal shaleh, maka ia akan menjadi semakin takut kepada Allah. Sebaliknya, semakin lemah keimanannya, dan semakin sedikit perbuatan baiknya, maka ia akan semakin jauh dari Allah, dan ia akan semakin terpedaya dalam kehidupan ini. Maka Kawan, camkan itu, dan sampaikan juga hal itu pada orang lain…
Lebih jelasnya lagi, bahwa sesungguhnya seorang mukmin yang bener, adalah yg selalu melakukan kebaikan yg dibarengi dg rasa ikhlas ketika melakukannya. Setelah itu, dia memohon kepada Allah, agar berkenan menerima amalnya dan memberinya pahala kelak di Akherat… Disamping itu juga, ia harus senantiasa berusaha sebisa mungkin untuk tidak melakukan kesalahan. Ia selalu menjauh dari segala bentuk kejahatan. Ia selalu dalam ketakutan, kalau-kalau kelak Allah akan menghukumnya karena kesalahan yang pernah dilakukannya.
Sebagai manusia biasa, memang kita tak akan bisa untuk tidak melakukan kesalahan sama sekali. Tapi muslim yg baik, adalah yg setelah melakukan kesalahan, ia segera bertaubat dan meminta ampun kepada Allah swt. Sebab kalau tidak begitu, berarti kita adalah muslim yang lalai. Dan kelalaian itu telah menempatkan kita benar-benar dalam marabahaya besar. Untuk itu kawans, mari kita terus berupaya semaksimal mungkin, untuk menjadi muslim dan mukmin yang baik. Sehingga kita terselamatkan dari adzab Allah, dan berganti dengan kenikmatan yang kita dapatkan dari-Nya.
Continue reading →
Posted in Kajian
|
Tagged Kajian
|
Pada tahun pertama SMP dan SMA Babul Khairat beroperasi, kami agak
kesulitan menyuruh para santri, untuk mengikuti pembelajaran di
jengang pendidikan formal ini. Ini khusus mereka yang memang datang ke
pondok hanya berniat untuk belajar diniyah saja. Beda dengan mereka
yang memang selama ini sudah sekolah formal di luar. Tentunya, mereka
sudah tidak kesulitan lagi beradaptasi dengan tambahan materi
pelajaran umum di kelas. Namun, pengasuh waktu itu, al-Habib Muhsin
Bin Umar Alattas, menegaskan bahwa sekarang kita tengah berada di
zaman, dimana latar belakang pendidikan formal juga sangat menentukan
seseorang untuk bisa berkompetisi di tengah masyarakat. Akhirnya
mereka bisa mengerti, dan dengan kesadaran, sebagian diantara mereka
bersedia ikut belajar di SMP dan SMA.
Waktu terus berjalan, setiap tahunnya pada penerimaan santri baru,
semakin sedikit saja santri mendaftar yang hanya berniat untuk belajar
diniyah saja. Puncaknya pada tahun 2009 ini, dari empat puluh-an
santri baru yang masuk, tercatat hanya tiga orang saja diantara mereka
yang tidak mengikuti pendidikan formal. Sehingga ketika itu, pengurus
akhirnya berkesimpulan bahwa untuk mencapai model pendidikan pesantren
dan formal yang ideal, diperlukan adanya integrasi diantara keduanya.
Sudah tidak zamannya lagi, ada dikotomi antara pendidikan agama dan
pendidikan umum. Karena pada hakekatnya, semua ilmu itu adalah ilmunya
Allah Ta’ala. Continue reading →
Pondok Pesantren Putri Babul Khairat sebagai salah satu dari sekian banyak lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Malang, selama ini hanya mengfokuskan diri pada pembinaan akhlaq dan pengetahuan keagamaan saja.
Seiring dengan berjalannya waktu, banyak diantara anak didiknya (santri) yang juga ingin mempelajari ilmu – ilmu umum lain diluar bidang keagamaan. Maka pengasuh pun memberikan izin kepada mereka untuk belajar di sekolah – sekolah formal yang berdekatan dengan pesantren. Tapi setelah kebijakan ini berjalan beberapa tahun, pengasuh merasa khawatir akan perkembangan akhlaq dan budi pekerti mereka yang mulai terkontaminasi oleh kehidupan luar (pesantren). Padahal tujuan utama orang tua mereka menitipkan anaknya di pesantren, ialah untuk menjadikan mereka anak yang punya kepribadian tinggi (akhlaq karimah) sesuai dengan ajaran Islam. Continue reading →
Salah satu kekhasan pendidikan di Indonesia adalah adanya lembaga pendidikan pesantren. Secara historis, pesantren telah ada dalam waktu yang relatif lama. Sistem pendidikan pesantren telah ada semenjak para walisongo menyebarkan Islam di Indonesia. Seluruh walisongo memiliki pesantrennya sendiri-sendiri. Sunan Ampel dengan pesantren Ampelnya, Sunan Bonang dengan pesantren di Bonang Tuban, Sunan Drajat dengan pesantrennya di desa Drajat Lamongan, Sunan Giri dengan pesantren Giri di Gresik, dan sebagainya. Pesantren adalah institusi pertama di Nusantara yang mengembangkan pendidikan diniyah.
Sebagai lembaga pendidikan diniyah, maka pesantren menjadi tumpuan utama dalam proses peningkatan kualitas keislaman masyarakat. Dalam kata lain, maju atau mundurnya ilmu keagamaan waktu itu sangat tergantung kepada pesantren-pesantren. Makanya pesantren menjadi garda depan dalam proses islamisasi di Nusantara. Di masa awal proses islamisasi, maka pesantrenlah yang mencetak agen penyebar Islam di Nusantara. Santri-santri Sunan Giri menyebar sampai di Ternate, Lombok dan kepulauan sekitarnya. Makanya, nama Sunan Giri begitu populer di masyarakat kepulauan Halmahera sebagai penyebar Islam yang trans-kewilayahan. Continue reading →