Keberadaan Madrasah Diniyah (Madin) dalam waktu dekat ini akan mulai disejajarkan dengan pendidikan pada umumnya. Dengan catatan madrasah diniyah tersebut harus mengajukan diri untuk menjadi pendidikan formal, seperti halnya pendidikan madrasah yang lain.
Kabid Pendidikan Keagamaan Pondok Pesantren (Pontren) Kanwil Depag Jatim, H Sudjak mengungkapkan, rancangan disejajarkannya madrasah diniyah tersebut sebenarnya sudah cukup lama dan sudah tertuang dalam PP No 55 tahun 2007. Namun, saat ini tinggal menunggu Peraturan Menteri Agama (PMA). Rencananya PMA ini akan dikeluarkan pada pertengahan oktober depan, katanya, Senin (15/9).
Dengan PMA dan dilanjutkan dengan pengajuan ijin operasional Madin, Sudjak mengatakan selain pendidikan agama, mata pelajaran (Mapel) di madin juga akan terdapat Mapel umum seperti IPA, IPS, Bahasa Indonesia dan Matematika. Komposisinya sekitar 80% untuk pendidikan agama, dan 20% untuk pendidikan umum. Continue reading →
Sebanyak 1.050 guru Madrasah Diniyah (Madin) di Jawa Timur mendapat beasiswa menempuh pendidikan Strata Satu (S1) di 30 Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) di Jatim. Mereka yang mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan S1 ini terdiri dari guru Madin lulusan SLTA dan Diploma II (D2).
Bagi guru Madin yang mengantongi ijazah SLTA akan disekolahkan hingga lulus S1. Sedangkan guru Madin yang berijazah D2 akan diberikan beasiswa untuk meneruskan pendidikannya hingga lulus S1. Pemberian beasiswa ini tidak lepas dari peran serta PTAI yang bekerja sama dengan Pemprov Jatim dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan Madin di Jatim.
Biaya pendidikan sampai lulus akan ditanggung seluruhnya oleh Pemprov Jatim,? kata Pembantu Rektor III IAIN Sunan Ampel Surabaya, H Hamid Syarif yang menerima sebanyak 65 guru Madin untuk dimasukkan di jurusan PAI (Pendidikan Agama Islam) Tarbiyah.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Keagamaan (PeKa) Pondok Pesantren (Pontren) Kanwil Depag Jatim, Drs H Sudjak MAg membenarkan kalau keberadaan Madin saat ini memang perlu dipertahankan. Untuk itu, pihaknya akan terus mendorong pada madin untuk terus meningkatkan mutu SDM gurunya. Depag sendiri tahun ini telah memberikan bantuan kepada Madin, terangnya.
Bantuan ini berupa pemberian BOS reguler PPS ula (setingkat MI/SD) dan wusto (setingkat MTs/SPM), BOS Buku PPS Ula dan Wusto, Bantuan Ruang Kelas Baru (RKB), insentif guru PPS Ula dan Wusto, hingga bantuan lab bahasa pontren dan bantuan kitab kuning.
Pada bagian lain, Hamid Syarif mengungkapkan, peran serta pendidikan Madin ini memiliki peran yang sangat signifikan dalam membantu dalam mengurangi angka buta aksara di Jatim. Disamping itu, Hamid mengaku pasca diputuskannya Peraturan Pemerintah (PP) No 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan bisa menjadikan posisi Madin sama dengan pendidikan pada umumnya.
Sekarang tingal tunggu Peraturan Menteri Agama (PMA). Tapi, saat ini guru madin harus lulusan S1, ujar Sekjen Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Pusat ini.
Dengan pembekalan pendidikan dan pemberian beasiswa ini, Hamid berharap mampu meningkatkan profesionalisme guru yang sekaligus dapat meningkatkan mutu pendidikan madin. Mengingat selama ini banyak guru madin banyak yang memiliki latarbelakang pendidikan, adalah non pendidikan.
Keberadaan madin ini wajib dipertahankan. Karena ini merupakan aset masyarakat muslim yang masih mampu mempertahankan keutuhan tradisi kependidikannya, katanya.
Surabaya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan memberikan bantuan dana kepada guru swasta sebesar Rp300.000,00 per bulan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Drs. Soewanto, MSi, di Surabaya, Jumat, mengatakan bahwa program bantuan tersebut merupakan salah satu dari lima program yang akan dijalankan di tahun 2010. Continue reading →
Di bagian satu catatan ini, telah saya tuliskan hadis “kullu mauludin yuladu ‘alal fithrah” lengkap dengah arti masing2 kata yang ada di hadis tersebut…
Pada hadis tersebut terdapat keindahan yang sangat memikat. Terpancar jelas disitu pesona kenabian. Rasulullah Muhammad s.a.w. telah menjelaskan dengan baik, terarah, tertuang dengan rapi, sangat argumentatif dan ilmiah. Hadis ini seharsnya menjadi rujukan para filosuf dan sosiolog, terkait keingin tahuan mereka, apakah agama (islam) adalah fithrah pada diri manusia? Dan apakah kebaikan itu adalah potensi dasar manusia yang dibawa sejak dia lahir, ataukah justru kejahatan yang menjadi bekal asasinya? Dalam hal ini, Rasulullah s.a.w. telah memberikan kaedah dasar dalam pendidikan kepribadian (akhlaq). Menjadi acuan penerang yang jelas bagi para pendidik untuk mewujudkan kebahagiaan terhadap anak didiknya. Begitu juga bagi para peneliti dan pemikir yang ingin mendapatkan kebenaran, seyogyanya menjadikan hadis ini sebagai acuan. Continue reading →
Al-aulad abnaa,ul bi,ah = Anak itu adalah produk lingkungannya. Salah satu kegagalan besar manusia, adalah kalau ia tidak bisa menunaikan amanah yang Allah berikan kepadanya untuk mengasuh anak2nya, selaras dengan fithrah yang telah melekat padanya. Sejatinya, anak-anak itu terlahir dalam keadaan fithrah, suci, bersih tanpa noda. Mereka lahir dengan segala potensi kebaikan yang telah Allah berikan kepada manusia. Orang tua merekalah yang akan membentuk dan memoles mereka sampai akhirnya kelak mereka bisa mengetahui, menggali dan mengembangkan potensi yang ada pada mereka. Continue reading →
Dalam hadis ini, terdapat gambaran yang utuh tentang karakter mereka orang-orang shaleh yang kelak akan berbahagia di Akherat. Kebahagiaan yang mereka peroleh, benar-benar hasil kesungguhan mereka menekuni kebaikan. Sehingga dengan itu, Allah berkenan menempatkan mereka pada posisi mulia dalam naungan-Nya. Apa yang kelak akan mereka peroleh berupa kemuliaan ilahiyah dan kebahagiaan hakiki di kampung keabadian, Akherat, adalah betul-betul karena keistiqamahan mereka menekuni kebaikan selama mereka hidup di Dunia. Yang semuanya itu tergambar dalam tujuh kriteria tersebut. Continue reading →
Kalau Anda pernah menyaksikan peristiwa sunami di Aceh beberapa waktu lalu. Waktu itu kita melihat orang-orang pada bingung dan dilanda kepanikan. Itu belumlah seberapa, dibandingkan ketakutan, kegelisahan, kebingungan, kecemasan, dan kepanikan yang akan dialami manusia kelak pada hari qiyamat. Continue reading →
Segala puji bagi Allah, yang masih memberikan kehidupan pada kita. Setiap hari kita hirup udara-Nya degan cuma2. Air yg kita teguk, juga adalah pemberianNya. Makanan yang kita santap, pun datang dari-Nya.
Kawan2, anak2, istri, suami, saudara, kerabat, ayah dan ibu, yang semuanya baik2, itu adalah anugerah terindah dari Allah Ta’ala. Dan puncak dari karunia itu, adalah nikmat iman & Islam itu sendiri. Iman adalah pemandu, supaya kita berjalan hanya menuju-Nya. Sedangkan Islam adalah rel laluan, supaya kita berjalan tidak sampai terperosok ke dalam jurang kesengsaraan. Continue reading →