Keselarasan Antara Beribadah, Bekerja Dan Beristirahat

Mengantuklah, karena itu tak dilarang. Tidurlah, karena mata juga perlu beristirahat. Beristirahatlah, karena tubuh juga harus direbahkan. Merebahlah, karena lelah juga perlu dihilangkan.

Kawans, kalau kita mau jujur, sebenarnya memang, bahwa waktu yang kita punya tak lebih banyak dari kewajiban yang harus kita tunaikan. Namun walau demikian, Allah tak pernah zhalim dengan membebani hambanya dengan apa yang tak mampu diembannya. Continue reading

Posted in Kajian | Leave a comment

Indonesia Di Penghujung Zaman

Mencermati berbagai fenomena yang terjadi akhir-akhir ini, mungkin membuat sebagian kita tidak mengerti tentang apa sebenarnya yang sedang terjadi di negri ini. Bagaimana mungkin dalam proses hukum kita, sempat muncul istilah cicak, buaya dan gozila? Itukan istilah rimba?? Memang mau menegakkan hukum, pakai hukum rimba ya Bapak-Bapak??? Dan memang begitulah yang terjadi, akhirnya kasus Bibit – Chadra diselesaikan melalui campur tangan kekuasaan.

Penghentian kasusnya bukan karena polisi dan jaksa mengakui kalau keduanya tidak bersalah. (baca SKPP Bibit – Chandra) Dalam perkembangan politik kita pun semakin kelihatan buram. Tidak jelas lagi, siapa di pihak siapa, dan siapa membela siapa. Rakyat yang katanya mereka bela, (setidaknya perasaan saya) belum merasakan pembelaan yang nyata dari mereka. Orang yang hari ini berteman, esok sudah saling sikut. mereka yang hari ini tampak bermusuhan, esok sudah tampak mesra. Membayar ganti rugi korban lumpur Lapindo, yang jumlahnya tak seberapa, katanya tak punya uang. Continue reading

Posted in Kajian | Leave a comment

Ceramah Habib Umar Bin Hafidh di Monas Bersama Majelis Rasulullah

Berikut Tausyiah Habib Umar Bin Hafidh

Posted in Tausyiah | Leave a comment

Meneladani Siti Khadijah ra

Al Habib Umar bin Hafidz, Hadhramaut Yaman

Mengenang Siti Khadijah ra berarti kita mengingat sejarah perjuangannya dalam mendampingi Rasulullah. Siti Khadijah berasal dari keturunan yang terhormat, mempunyai harta kekayaan yang tidak sedikit seerta terkenal sebagai wanita yang tegas dan cerdas. Bukan sekali dua kali pemuka kaum Quraisy mencoba untuk mempersunting dirinya. Tetapi pilihannya jutru jatuh pada seorang pemuda yang bernama Muhammad, pemuda yang begitu mengenal harga dirinya, yang tidak tergiur oleh kekayaan dan kecantikan.

Sayyidatina Khadijah ra merupakan wanita pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Beliau banyak membantu dan memperteguhkan tekad Rasulullah SAW melaksanakan risalah dakwah. Beliau senantiasa berusaha meringankan kepedihan hati dan menghilangkan keletihan serta penderitaan yang dialami oleh suaminya dalam menjalankan tugas dakwah. Inilah keistimewaan dan keutamaan Khadijah dalam sejarah perjuangan Islam. Beliau adalah sumber kekuatan yang herada di belakang Rasulullah saw.

Pada suatu ketika Rasulullah saw menyatakan, yang mana pernyataan beliau ini membuat Siti Aisyah merasa cemburu: “Demi Allah, tidak ada ganti yang lebih baik dari dia, yang beriman kepadaku saat semua orang ingkar, yang percaya kepadaku ketika semua mendustakan, yang mengorbankan semua hartanya saat semua berusaha mempertahankannya dan … darinyalah aku mendapatkan keturunan.” Begitulah pernyataan Rasulullah saw tentang kepribadian Khadijah, istrinya. Seorang isteri sejati, muslimah yang dengan segenap kemampuan dirinya berkorban demi kejayaan Islam. Dalam majelis haul dan & zikir semacam ini banyak hikmah yang dapat kita ambil. Majelis-majelis seperti inilah yang dicintai oleh Rasulullah, karena da’am majelis seperti ini, kita bisa mengetahui perjuangan orang-orang yang berjuang bersama Rasulullah. Continue reading

Posted in Kajian | 3 Comments

Tetaplah Dengan Penyebaran Islam Ala Pesantren

KH. Maemun Zubair,

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang

Perkembangan Islam di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari maju mundurnya pendidikan pesantren. Pondok pesantren adalah ciri khas pendidikan Islam di Indonesia. Dalam banyak hal, ia adalah penentu kuat dan lemahnya Islam di negeri ini. Islam adalah agama kaafah (sempurna), tetapi bukan berarti Islam di satu tempat dan tempat lainnya haruslah sama. Makanya jangan coba-coba menyebarkan Islam dengan cara-cara yang sama dengan cara yang ditempuh negara-negara lain. Continue reading

Posted in Tausyiah | 3 Comments

Poligami dan Kemaslahatan

Punya Istri Satu, Dua Atau Lebih Sama Saja!

Muqaddimah
Islam adalah agama lengkap dan paripurna, yang telah mengatur semua aspek kehidupan manusia, mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Islam telah memberi panduan hidup kepada manusia dalam semua bidang aktifitas yang ditekuninya. Baik politik, ekonomi, bisnis, budi daya (ternak), pertanian, eksplorasi energi dan hasil alam, pendidikan, sosial masyarakat, militer dan lain sebagainya. Begitu juga dalam kehidupan rumah tangga, hubungan antara suami-istri, hubungan orang tua dengan anaknya dan semua anggota masyarakat yang lain. Semua itu telah selesai dan tuntas diataur oleh Allah ‘azza wajalla dalam al-quran dan dijelaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama dalam hadis-hadisnya serta telah diperjelas lagi oleh para ulama dalam kitab-kitab mereka. Jadi semua masalah tersebut, telah selesai dibahas secara tuntas dan final, yang tidak perlu lagi pembahasan ulang. Yang diperlukan sekarang adalah aktualisasi saja, agar perkembangan zaman dengan media dan teknologinya, bisa tetap selaras dengan ketetapan syariat islam. Continue reading

Posted in Kajian | 1 Comment

Ketegaran Habib Rizieq di Jalan Jihad

Penjara Takkan Pernah Mampu Surutkan Habib Rizieq

Meski sedang menjalani proses pemeriksaan di Markas Polda Metro Jaya semangat Ketua Umum Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab menuntut pembubaran Ahmadiyah tidak pernah kendur. Setelah seharian ditahan di ruang tahanan Narkoba Polda Metro Jaya Habib Rizieq tampak keluar sementara, tapi masih dalam lingkungan Polda yakni menuju Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum). Didampingi dua pengacaranya, Ketua Umum FPI itu dipindahkan.

Saat ditanya wartawan, bagaimana kondisinya Habib Rizieq, dia menjawab Alhamdulillah baik-baik. Habib dengan bersemangat mengatakan “Perjuangan harus diteruskan, bubarkan Ahmadiyah, Allahuakbar, ” pekiknya.

Hal serupa juga disampaikan KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafii usai menjenguk Habib Riziq bersama dengan tokoh FUI.

“Habib Rizieq dengan penuh ridho dan keikhlasan menjalankan kondisi seperti ini, harapannya cuma satu bubarkan Ahmadiyah. Agar Ahmadiyah itu dibubarkan, karena sesat dan menyesatkan, ” ujarnya kepada pers, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/6).

Kyai Abdul Rasyid menyatakan bahwa dalam pertemuannya Habib Rizieq berharap kepolisian bisa berlaku adil, dengan memanggil orang dari AKKBB yang juga ada dalam peristiwa di Monas.

“Beliau pada pokoknya menyampaikan pesan-pesan kepada kami, bahwa yang diharapkan oleh Habib Rizieq Shihab, pihak kepolisian bisa berlaku adil, bukan hanya dipihak umat Islam saja yang dipanggil, tetapi juga dari AKKBB yang jumlah sekitar 289 itu juga dengan keadilan kepolisian harus diperiksa, ” jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia KH.A. Cholil Ridwan menegaskan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak hanya mengeluarkan berupa Surat Keputusan Bersama (SKB) saja, tetapi berbentuk Keputusan Presiden (Keppres) tentang pelarangan Ahmadiyah. Kita minta jangan Surat Keputusan Bersama (SKB), tapi langsung Keppres, ” ujarnya.

Dia meminta agar presiden tegas dalam menentukan sikap. Kemarin, Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa, mengatakan SKB akan keluar pada bulan Juni ini.

Durahman Akan Temani Habib Rizieq di Sel

Ketua Front pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yakin meyakini mantan Presiden Abdurahman Wahid akan menemani dirinya di sel tahanan Polda Metro Jaya. “Nanti Dur siap-siap temani saya di sel, ” ujar Habib saat dipindahkan menuju tahanan narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta.

Durahman dituding Habib Rizieq merupakan salah satu 289 aktor intelektual dari aksi AKKBB yang menyebabkan insiden berdarah di Monas Minggu lalu. Habib Rizieq mengatakan, pemeriksaan terhadap dirinya hanya pemeriksaan rutin yang sudah menjadi proses hukum.

Ketika ditanya Habib sudah berkomunikasi dengan Munarman yang saat ini masih dicari oleh polisi, “wartawan lebih tahu, ” selorohnya. (novel)

sumber: www.eramuslim.com

Posted in Kajian | 5 Comments

Menjemput Rahmat Allah, Meraih Syafa’at Rasulullah saw

KH. Nur Hasanuddin
Pengasuh PP. Darussa’adah, Gubuk Klakah Tumpang Malang

Suatu ketika dihadapkan kepada Rasululah beberapa tawanan perang. Diantara para tawanan itu ada seorang ibu yang menyusui anaknya. Setiap ia melihat bayinya ia dekap erat-erat bayi itu. Kemudian Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat: “Apakah kalian mengira ia akan melemparkan anaknya kedalam kehancuran?”. Para sahabat pun menjawab, tentu tidak ya Rasulullah. Kanjeng nabi kemudian bersabda: “Sesungguhnya Allah lebih sayang kepada hamba-Nya melebihi kasih sayang orang peremnpuan itu terhadap anaknya” Di dalam Al-Quran tidak kurang dari 75 ayat yang menjelaskan tentang kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Di antaranya: “Katakanlah: Hai Hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53) Sebegitu sayangnya Allah kepada kita, hingga Allah masih berkenan mengampuni dosa kira jika kita mau bertaubat. Janganlah kita sia-siakan kasih sayang Allah itu, janganlah kita balas kasih sayang Allah itu dengan perbuatan yang membuatNya murka kepada kita
Rasulullah diutus oleh Allah dengan membawa dan menebarkan rahmat dan kasih sayang, terutama kepada ummatnya. Sebagaimana pengakuan Rasulullah: “Innnamaa anaa rohmatun muhdaah” (Sesungguhnya saya ini adalah rahmat yang dihadiahkan) (HR Bukhori dan Muslim). Pada hakikatnya Allah tidak menginginkan ummat ini terjerumus dalam jurang kesesatan. Namun manusialah yang cenderung menuruti hawa nafsunya. Padahal nafsu itu cenderung mengajak manusia kepada keburukan sehagaimana yang diungkapkan oleh nabi Yusuf: “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya, nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Dailah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” (QS. Yusuf : 53) Kasih sayang Rasulullah juga tercurah untuk keselamatan ummatnya. Bagaimana beliau sholat tahajjud setiap malam, bermunajat, memintakan hidayah dan keselamatan bagi umatnya kepada Allah sampai-sampai kaki beliau bengkak. Bahkan ketika maliakat Izroil me nemui Rasulullah untuk mencabut nyawa beliau, dalam detik-detik kewafatannya itu, beliau terus mengingat umatnya, bukan orang tua, bukan istri maupun anak-anaknya. Beliau memanggil-manggil: “Umatku.. umatku…” Sampai terucaplah do’a di akhir hayat beliau: “Allahumma tsaqqil ‘alayya wa khoffif ‘alaa ummati ” Artinya: Ya Allah pikulkanlah beratnya sakaratul maut ummatku kepadaku, dan ringankanlah sakaratul maut ummatku Oleh karena itu, kalau kita melihat orang tua kita, saudara kita, tetangga kita, teman dekat kita atau kita saat naza’ (menghadapi sakaratuul maut) merasakan ringan dan mudah saat dicabutnya ruh oleh malaikat izroil, semua itu bukanlah lantaran: sregepnya mereka atau kita ibadah atau banyaknya amal kebaikan mereka, namun disebabkan doa Rasulullah yang dipanjatkan beliau saat mengahadapi sakaratul maut. Itulah suatu pertanda bahwa Rasulullah sangat sayang kepada umatnya. Termasuk kasih sayang beliau yaitu syafa’at yang beliau berrikan kepada umatnya. Ketahuilah bahwa pada nantinnya umat nabi Muhammad saw ada yang masuk surga karena rahmat Allah, adapula yang masuk surga karena syafa’at Rasululah. Allah begitu sayang kepada hamba -Nya, berapa banyak nikmat yang telah diberikan kepada kita, mari kita menjemput rahmmat Allah dengan pengabdian dan ketaatan kepada-Nya. Begitu pula Rasulullah, kasih sayangnya kepada ummatnya, kepada kita sangat besar, mari kita membalasnya, meraih syatfaatnya dengan mengikuti ajaran dan sunnah-sunnahnya, memperbanyal sholawat kepadanya. Semoga kita selalu dinaungi rahmat Allah dan kelak mendapat syafa’at dari Rasulullah. Amin. (*)

Posted in Tausyiah | 1 Comment